Annisa Haroen

Sebenernya ini late post banget sih, karena udah terbit bulan April tahun lalu.. ;p 

Sama kayak novel sebelumnya, ini juga berupa pesanan dari salah satu penerbit mayor. Sayangnya, ga bernasib baik kayak si horror. Mungkin energi daku juga udah terkuras sama novel sebelumnya. Sama-sama dikerjain dengan deadline dua minggu sebanyak 100 halaman. Sempat sakit hati waktu ditolak. Tapi setelah cek lagi naskahnya, daku tertawa saking bersyukur banget karena bisa malu-maluin diri sendiri kalo sampe diterbitin. =))) Keliatan banget ini novel bikinnya buru-buru..

Beberapa bulan kemudian, naskah ini diminta sama Kinomedia dengan catatan harus direvisi lagi (Yaiyalah, Nisa!!). Sampai akhirnya ACC, sempat ada dua kali perubahan cover dan terbit kalo ga salah bulan April 2015. Cuman yang ini ga ada di toko buku. Hanya dijual online dan tepat hari ini hanya bersisa dua eksemplar, itupun akan daku jadikan giveaway....

Okaaay, ini sinopsisnya:

Lesie melakukan sesi counseling dengan coach yang luar biasa menawan bernama Ben Alfrend. Namun di setiap sesinya selalu membuahkan keributan antara mereka berdua. Lesie tidak menerima teori Ben yang menurutnya tidak masuk akal. Namun, terlepas dari itu semua, Lesie sangat mengagumi sosok Ben. Hingga akhirnya dalam salah satu pertemuannya, mereka terjebak oleh salah satu pasangan klien, seorang psikopat yang mengejarnya sambil membawa pistol.

Sneak peak:

Lelaki itupun berdiri dan melangkah keluar. Tidak puas dengan jawabannya, Lesie ikut berdiri langsung mengejar.
"Gue udah ngira kalau kalian ga sehebat apa yang temen gue bilang. Untungnya gue ga terlalu bego sampe harus ngeluarin uang kalo ternyata solusi buat lupain mantan aja lo ga punya."
Ben yang sudah mencapai parkiran mobil, berbalik lagi ke arah Lesie. "Oke, kalo lu mau solusi buat lupain mantan, sebenernya gue punya."
"Lemme know. Kalo berhasil, gue berani bayar mahal."
Ben tersenyum miring, lalu menarik tangan Lesie ke arah trotoar di depan cafe tersebut. Tanpa melawan, Lesie patuh mengikutinya.
"Lo liat pohon itu?" Tanya Ben sambil menunjuk salah satu pohon besar di seberang jalan. Lesie mengangguk seraya menunggu teori filosofis apalagi yang akan dijabarkan Ben. "Lo bisa benturin kepala lo di sana sebanyak tiga kali, sampe dokter menyatakan lo amnesia."


Labels: | edit post
Reactions: 
0 Responses

Post a Comment